6 Cara Efektif Meningkatkan Hormon Testosteron dan DHT untuk Brewok

6 Cara Efektif Meningkatkan Hormon Testosteron dan DHT untuk Brewok

Testosteron dan DHT berpengaruh terhadap pertumbuhan brewok

Untuk bisa menumbuhkan brewok secara cepat dan sehat, jelas dibutuhkan usaha yang tepat, Bro. Usaha tersebut dimulai dari meningkatkan hormon-hormon androgen yang penting dan dibutuhkan tubuh untuk menumbuhkan brewok, seperti testosteron dan DHT Dihydrotestosteron.

Testosteron sendiri merupakan hormon yang berfungsi untuk membentuk karakteristik pria. Contohnya seperti menciptakan suara berat, membantu produksi sperma, membangun tulang serta otot, dan tentu menumbuhkan hingga menyuburkan rambut-rambut pada bagian tertentu, termasuk brewok.

Sementara hormon DHT merupakan turunan dari testosteron yang memiliki kekuatan 5 kali lebih kuat.  Pada tubuh orang dewasa, testosteron dikonversi menjadi DHT dengan bantuan enzim yang disebut 5-alpha reductase 5-AR hanya sekitar 10%.

 

Lalu, bagaimana caranya meningkatkan hormon testosteron dan DHT dalam tubuh?

Secara umum, testosteron dan DHT berperan penting untuk pertumbuhan brewok. Kabar baiknya, terdapat banyak cara untuk meningkatkan kedua hormon tersebut, Bro.

Dilansir dari Healthline, simak 6 cara efektif meningkatkan testosteron dan DHT berikut:

  • Makan makanan sehat dan kaya nutrisi

Makanan sehat sumber testosteron

Setiap makanan yang kita konsumsi pasti memengaruhi kadar testosteron dalam tubuh kita, Bro. Baiknya, mulai dari sekarang ubah pola makan menjadi makan makanan dengan nutrisi tinggi dan kandungan lemak yang baik. Seperti apa pembagiannya dalam tubuh?

Asupan lemak ideal yang sebaiknya dikonsumsi adalah sekitar 40%, protein sebanyak 20%, dan karbohidrat 40%. Lemak tersebut terbagi menjadi lemak jenuh dan jenuh tunggal yang bisa didapatkan dari alpukat, telur, mentega, minyak zaitun, kelapa, dan daging merah.

  • Berhenti mengonsumsi gula berlebihan

Hindari konsumsi gula berlebihan

Makan makanan manis memang surga dunia, tapi di saat bersamaan mendatangkan pengaruh buruk buat tubuh kita, Bro. Hal ini disebabkan karena gula atau glukosa yang terkandung dalam makanan manis cukup tinggi.

Terlalu banyak asupan glukosa menyebabkan lonjakan insulin. Pada akhirnya, lonjakan tersebut menjadi penyebab menurunnya hormon testosteron. So, kurangi konsumsi asupan gula berlebih agar pertumbuhan brewok lebih maksimal.

  • Rutin melakukan workout atau angkat beban

Workout dan angkat beban membantu meningkatkan testosteron

Kabar baik buat lo yang suka olahraga, terutama workout atau angkat beban, Bro. Faktanya, aktivitas yang berpusat pada adrenalin, yang bisa memberi tekanan pada otot dan membantu memacu detak jantung akan sangat membantu menstimulasi tubuh untuk memproduksi lebih banyak testosteron.

Ada kaitan yang erat antara hormon adrenalin dan fungsi-fungsi pembentukan sel-sel otot dengan hormon testosteron. Pada dasarnya, tubuh membutuhkan testosteron untuk membentuk otot yang padat. Maka dari itu, proses inilah yang membuat tubuh memproduksi testosteron setelah olahraga.

Olahraga seperti workout, angkat beban, dan jenis olahraga High-Intensity Interval Training HIIT bisa menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan kenaikan kadar testosteron dengan lebih efektif. Selain itu, beberapa jenis olahraga fisik outdoor seperti panjat tebing juga menjadi opsi untuk meningkatkan hormon testosteron.

  • Kelola stres dengan baik

Stres dapat menurunkan kadar testosteron

Jangan pernah menganggap remeh kondisi stres. Meskipun terlihat ngga ada hubungannya, nyatanya ini berpengaruh pada kadar testosteron dalam tubuh, Bro!

Semakin buruk kondisi stres, semakin buruk juga kadar testosteron dalam tubuh. Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang mengubah suasana hati menjadi buruk dan menimbulkan rasa kehilangan semangat. Kabar buruknya, ini memiliki efek samping menurunkan kadar testosteron.

Efek lain hormon kortisol adalah membuat tubuh terasa lemas, kemudian memberi sinyal pada otak untuk menghasilkan hormon ghrelin yang mendorong rasa lapar. Banyak orang dalam kondisi stres memutuskan untuk makan berlebihan dan berujung pada obesitas yang menjadi salah satu penyebab turunnya testosteron. Kendalikan diri, Bro!

  • Perbaiki kualitas dan kuantitas istirahat

Mulai perbaiki kualitas tidur

Mereka yang kurang tidur atau merasa lelah biasanya akan mengalami gangguan fungsi metabolisme. Testosteron sangat erat kaitannya dengan fungsi metabolisme tubuh.

Jadi, penting untuk mencukupi kebutuhan tidur maupun istirahat, untuk menjaga metabolisme tubuh aktif dan menghasilkan energi cukup untuk menunjang kinerja testosteron.

Dalam Journal of American Medical Association JAMA tahun 2011 terdapat sebuah riset yang membuktikan bahwa mereka yang tidur di bawah 5 jam per hari, akan mengalami penurunan kadar testosteron hingga 15%.

Kalau kaya gini, yakin, Bro, masih mau begadang?

  • Berjemur di bawah sinar matahari

Sinar matahari sumber vitamin D

Sinar matahari yang mengandung vitamin D ternyata berperan penting untuk meningkatkan hormon testosteron dalam tubuh. Menurut Healthline, jam terbaik untuk mendapatkan vitamin D (sinar UVB) adalah jam 10 pagi.

Journal of Hormone and Metabolisme Research 2011 juga menunjukkan sebuah riset yang membuktikan bahwa mereka yang rutin terpapar dan mengonsumsi vitamin D berhasil menaikkan kadar testosteron.

Selain itu, terdapat juga banyak makanan yang menjadi sumber vitamin D. Berbagai jenis ikan, seperti salmon, sarden, dan tuna mempunyai vitamin D yang tinggi. Telur, jamur, susu sapi, susu kedelai, dan tentu suplemen vitamin D bisa menjadi alternatif lainnya.

Kesimpulan

“Setidaknya rutin lakukan minimal satu atau dua aktivitas di atas agar kadar testosteron dalam tubuh terpenuhi dengan baik, Bro. Selain membuat tubuh menjadi lebih ehat, niscaya brewok juga akan tumbuh dengan maksimal”.

 

Referensi:
https://www.healthline.com/health/how-to-make-facial-hair-grow#tips

Apa Pengaruh Hormon DHT pada Pertumbuhan Brewok dan Kebotakan Rambut?

Apa Pengaruh Hormon DHT pada Pertumbuhan Brewok dan Kebotakan Rambut?

Testosteron dan DHT dapat memengaruhi brewok dan kebotakan

Pertumbuhan brewok bisa dipengaruhi berbagai faktor.

Selain gen, folikel, dan hormon testosteron, ada lagi faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan brewok, Bro. Faktor tersebut adalah hormon DHT yang ternyata 5 kali lebih kuat dibandingkan testosteron. Apa sih DHT?

Meskipun mirip, DHT ini berbeda dengan testosteron. DHT atau Dihydrotestosteron adalah hormon androgen yang diproduksi oleh kelenjar kelamin pria. Menurut Medical News Today, testosteron berubah menjadi DHT yang disebabkan oleh enzim yang disebut 5-alpha reductase (5-AR) dan kurang lebih sebesar 10% testosteron pria akan diubah menjadi DHT.

Apa fungsi DHT?

DHT ini berfungsi untuk menumbuhkan berbagai rambut atau bulu pada tubuh pria, seperti pada dada, tangan, kaki, ketiak, hingga kemaluan, termasuk juga brewok. Kadar DHT yang berbeda dalam tubuh setiap orang memengaruhi pertumbuhan brewok yang berbeda juga.

Apa hubungannya DHT dengan pertumbuhan brewok?

Dilansir dari Healthline, DHT berpengaruh pada pertumbuhan brewok. Semakin tinggi DHT yang dimilki, semakin cepat brewok yang akan tumbuh. Dengan catatan, orang tersebut memang punya gen brewok atau folikel rambut di wajah udah banyak yang terbuka.

Beda ceritanya kalau misalnya lo ngga punya gen brewok atau folikel rambut di wajah ngga ada sama sekali, Bro. Sebanyak apa pun DHT yang lo punya dalam tubuh, ngga akan berpengaruh apa-apa, apa lagi numbuhin brewok.

Bagi yang ngga punya gen brewok, sebaiknya pakai dulu produk penumbuh rambut atau penumbuh brewok. Fungsinya jelas untuk membuka folikel rambut yang ada di wajah.

Sebagai obat vasodilator, Minoxidil bisa jadi solusi yang tepat karena berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah agar aliran darah menjadi lancar dan merangsang pertumbuhan folikel rambut pada wajah. Kalau udah, baru DHT dalam tubuh akan sangat membantu pertumbuhan brewok lo, Bro.

Pengaruh DHT terhadap kebotakan rambut

Kadar DHT yang tinggi menyebabkan kebotakan semakin parah

Hormon DHT yang tinggi dalam tubuh ngga hanya memberikan efek positif. Di sisi lain, ternyata DHT juga memberikan pengaruh buruk bagi mereka yang mempunyai gen atau garis keturunan botak.

Tingginya kadar DHT bisa menyebabkan menyusutnya folikel rambut di kepala yang akhirnya menyebabkan kebotakan. Dengan catatan, ini hanya terjadi pada pria yang udah punya gen atau garis keturunan botak aja, Bro. Gimana bagi yang ngga punya gen atau garis keturunan botak?

Jawabannya, ngga berpengaruh, Bro. Dalam kasus ini, ngga semua pria akan mengalami kebotakan karena kadar DHT yang tinggi. Perlu digarisbawahi, kebotakan akibat kadar DHT tinggi hanya terjadi bagi mereka yang punya gen atau garis keturunan botak.

Biasanya mereka yang mempunyai gen tersebut secara perlahan akan mengalami kerontokan dan berujung pada kebotakan. Maka dari itu, perhatikan kadar DHT dalam tubuh, supaya bisa menumbuhkan brewok secara maksimal dan terhindar dari kebotakan, ya, Bro!

Referensi:
https://www.healthline.com/health/beard-growth-fast
https://www.medicalnewstoday.com/articles/68082

Berapa Lama Waktu untuk Menumbuhkan Brewok?

Berapa Lama Waktu untuk Menumbuhkan Brewok?

Banyak faktor yang menentukan waktu pertumbuhan brewok

Untuk bisa menumbuhkan brewok sesuai keinginan, udah pasti dibutuhkan waktu yang bisa dibilang ngga sebentar, namun bukan berarti pasti lama. Semuanya tergantung dari orangnya dan cara pemakaian Minoxidil, Biotin, dan booster lainnya.

Waktu yang dibutuhkan setiap orang untuk menumbuhkan brewok ngga bisa disamain. Walaupun begitu, ada jangka waktu rata-rata menumbuhkan brewok dari pengalaman dan testimoni orang-orang Indonesia, Bro, yaitu kurang lebih 6 bulan.

Menurut Healthline, brewok yang tumbuh sempurna membutuhkan waktu 2 hingga 4 bulan. Brewok perlahan tumbuh antara 0,3 dan 0,5 mm setiap 24 jam. Berdasarkan data ini, ada kesempatan buat brewok lo bisa tumbuh lebih cepet, Bro!

Biasanya ada tahap/fase apa aja?

Normalnya ada 5 tahap ketika menumbuhkan brewok untuk pertama kali. Masing-masing tahap biasanya punya waktu rata-rata yang bisa jadi patokan, tapi ngga ada jaminan pasti sama. Perbedaan gen, hormon, dll bisa menyebabkan perbedaan waktu pertumbuhan brewok masing-masing orang.

Berikut tahap-tahap dengan pemakaian Minoxidil dan Biotin secara rutin untuk pertumbuhan brewok yang wajib lo tau:

  • Velus awal

Ini merupakan fase awal. Biasanya udah tumbuh bulu kecil-kecil dan halus. Waktu yang diperlukan kurang lebih 1 bulan.

  • Velus akhir

Masih di fase yang sama, bedanya ada pada ukuran bulu. Pada fase velus akhir, bulu lebih panjang namun masih tipis. Waktu yang ditempuh hingga fase ini adalah 3 bulan.

  • Fase stuck

Sebagian bisa jadi mengalami fase ini, Bro. Tetap tenang, fase stuck juga terbilang normal. Fase ini biasanya ditandai dengan bulu yang terasa tidak tumbuh dan dapat terjadi setelah fase velus awal ataupun velus akhir. Gunakan Haum untuk membantu proses boosting brewok kalian, Bro.

  • Terminal awal

Pada fase ini, brewok udah punya tekstur seperti rambut. Warnanya pun udah menghitam. Dibutuhkan waktu kurang lebih 4-5 bulan.

  • Terminal akhir

Ini merupakan fase final. Selain menghitam, brewok udah tumbuh dengan lebat. Jika udah sampai fase ini, pemakaian minoxidil dapat dihentikan karena brewok udah tumbuh dengan sempurna. Butuh waktu 6 bulan untuk mencapai fase ini. Tenang, mencukur brewok setelah melewati fase ini bukan lagi masalah karena pasti akan tumbuh lagi, Bro.

 

Kenapa setiap orang butuh waktu yang beda saat numbuhin brewok?

Seperti yang disebutkan di atas, banyak faktor yang mempengaruhi. Dilansir dari Healthline, kalau brewok lo butuh waktu yang lebih lama untuk tumbuh, salah satu atau dua faktor berikut mungkin berperan.

Usia

Biasanya, pertumbuhan brewok dimulai sekitar usia 18 tahun. Sayangnya, sebagian pria ngga merasakan hal yang sama hingga mereka berusia 30 tahun. Jadi, kalau lo ngga mendapatkan pertumbuhan brewok yang lo inginkan, mungkin memang belum waktunya.

Etnis

Kelompok etnis tertentu cenderung lebih sulit atau mudah menumbuhkan brewok dibanding yang lain. Pria Tiongkok, misalnya, umumnya sulit memiliki brewok atau lebih sedikit daripada pria lain, sedangkan pria keturunan timur tengah umumnya memiliki brewok yang lebih tebal.

Gen

Faktor gen dari keluarga langsung sangat berpengaruh pada pertumbuhan brewok. Selain itu, gen juga menentukan tekstur rambut, kemungkinan masalah kebotakan, dan lainnya.

Meskipun ngga ada jaminan seorang ayah dengan brewok lebat akan menurunkan hal yang sama pada putranya, tapi pola rambut cenderung turun-temurun.

Hormon

Kadar hormon testosteron yang rendah bisa membuat seseorang lebih sulit untuk menumbuhkan brewok. Hormon testosteron punya andil besar karena merupakan hormon androgen yang berfungsi untuk memunculkan karakteristik pria, seperti suara berat, membentuk jaringan otot, dan tentunya menumbuhkan brewok.

 

Referensi:
https://www.healthline.com/health/how-to-grow-a-beard#time-factors

Sering Mencukur Brewok Bisa Membuatnya Lebih Tebal. Mitos atau Fakta?

Sering Mencukur Brewok Bisa Membuatnya Lebih Tebal. Mitos atau Fakta?

Apa benar brewok jadi lebih tebal setelah dicukur?

Saat numbuhin brewok, pasti banyak keinginan yang muncul tiba-tiba. Entah untuk membuatnya tumbuh lebih cepat, lebih tebal, lebih mengkilap, atau yang lainnya. Akhirnya, berbagai cara dilakukan untuk bisa mewujudkan keinginan tersebut.

Sayangnya cara-cara yang seringkali diyakini dan diterapkan itu belum teruji secara ilmiah atau biasa disebut dengan mitos. Salah satu cara yang beredar di luar adalah apabila mencukur brewok, nantinya brewok akan kembali tumbuh lebih tebal dari sebelumnya.

Jadi sebenarnya itu mitos atau fakta?

Easy, jawabannya adalah mitos. Dengan cara mencukur, tidak akan membuat brewok lebih tebal. Akan tetapi sebaliknya, brewok akan hanya terpangkas seperti biasa dan skenario terburuknya brewok ngga akan tumbuh lagi. Kenapa?

Yang perlu diketahui, penentu ketebalan rambut atau brewok adalah folikel rambut. Folikel merupakan lubang kecil yang terdapat di bawah kulit, tempat di mana rambut atau brewok tumbuh.

Folikel inilah yang menentukan ketebalan brewok. Jadi semakin banyak folikel pada kulit, semakin banyak juga brewok yang akan tumbuh dan pastinya akan terlihat lebih tebal.

Sering mencukur ngga akan meningkatkan pertumbuhan brewok. Skenario terburuknya, brewok ngga akan tumbuh lagi. Ini bisa terjadi karena dilakukan saat baru memasuki fase pertumbuhan velus atau bulu halus.

Lalu apa yang terjadi jika kita mencukur brewok?

Mencukur berarti hanya memotong. Ini menciptakan ujung rambut yang tumpul. Ketika rambut mulai tumbuh kembali, persepsi kita tentang rambut menjadi lebih tebal adalah karena ujungnya.

Padahal faktanya, ujung rambut tersebut terlihat tebal karena rambut yang terpotong itu menjadi pendek dan tumpul. Pada akhirnya, sejumlah rambut terpotong tersebut menampilkan tampilan yang lebih tebal.

kondisi rambut sebelum dan sesudah dicukur

kondisi rambut sebelum dan sesudah dicukur

Gambar di atas menunjukkan bahwa rambut pada pangkal folikel adalah yang paling tebal, semakin panjang maka semakin mengecil. Ketika rambut dipangkas mendekati dasar, rambut tersebut seolah-olah akan terlihat lebih tebal dari sebelumnya.

Jadi, sesering apa pun mencukur, pertumbuhan rambut manusia ngga akan ada perbedaan signifikan pada berat total rambut yang kembali diproduksi. Begitu juga untuk lebar atau tingkat pertumbuhan masing-masing rambut.

 

Kesimpulan

“Mencukur ngga akan membuat brewok jadi lebih tebal. Baiknya, tumbuhkan brewok sebagaimana mestinya, tentu dengan pemakaian Minoxidil, Biotin, dan booster dengan rutin dan disiplin. Mulai sekarang, jangan mudah tertipu oleh mitos, Bro!”

Tips Mencukur Brewok di Rumah, Gampang Bro!

Tips Mencukur Brewok di Rumah, Gampang Bro!

Mencukur brewok juga bisa dilakukan sendiri dirumah

Perlu diakui bahwa untuk bisa mencapai fase terminal akhir (kondisi brewok udah tumbuh lebat) itu ngga mudah. Selalu ada cerita perjuangan di baliknya. Di sisi lain, fase ini juga menjadi momen yang tepat untuk mencukur brewok, Bro.

Walaupun sebagian ada yang menganggapnya sepele, mencukur brewok secara rutin nyatanya penting. Selain lebih sehat, brewok juga bisa terlihat lebih terawat. Ngga perlu repot-repot harus selalu ke barbershop, mencukur brewok bisa banget dilakukan sendiri di rumah.

Banyak yang ngga sadar kalau brewok yang udah tumbuh lebat bisa mengganggu dan menciptakan kesan berantakan. Maka dari itu, mencukur brewok perlu dilakukan, tentu dengan cara yang benar ya, Bro.

Ada tipsnya buat mencukur brewok ?

Jelas ada. Pada dasarnya, mencukur brewok ngga sulit, Bro. Namun, bukan berarti bisa dilakukan sembarangan, karena bisa menimbulkan masalah lain, seperti cukuran yang tidak merata hingga menimbulkan luka. Berikut tips mencukur yang dilansir dari Men’s Journal dan Esquire:

1. Bercukur setelah mandi

Air hangat dijamin bisa membuka pori-pori

Direkomendasikan untuk mandi dengan air hangat. Ini karena air hangat berfungsi untuk melembutkan setiap helai rambut dan membuka pori-pori kulit wajah sehingga membuat lebih mudah untuk bercukur.

Untuk lebih maksimal, bisa juga menggunakan handuk hangat. Usapkan area brewok dengan handuk hangat secara merata agar setiap pori-pori wajah dapat terbuka maksimal.

2. Rapikan wajah

Pangkas dulu brewok yang udah tebel, Bro

Langkah selanjutnya adalah dengan merapikan wajah. Gimana nih maksudnya? Brewok yang udah cukup tebal dan panjang harus dipangkas terlebih dahulu, bisa menggunakan gunting atau clipper, supaya lebih rapi sehingga bisa dilakukan langkah selanjutnya.

Jika ada, langsung gunakan pre-shave oil. Ini berfungsi untuk melembutkan sehingga mencukur lebih mulus karena mengurangi gesekan dengan pisau cukur nantinya.

3. Selimuti dengan krim cukur

Gunakan krim cukur yang berkualitas

Penting untuk menyelimuti brewok yang udah dipangkas tadi dengan krim cukur. Fungsinya untuk melindungi kulit dari pisau cukur dan membuat krim masuk ke dalam kulit. Pastikan untuk menyelimutinya dengan merata ke seluruh bagian yang ingin dicukur. 

4. Cukur brewok dengan lembut 

Do it gently, Bro

Lalu, gunakan pisau cukur yang berkualitas. Pastikan bersih dan tajam. Rambut pendek yang udah dipangkas tadi bisa langsung dicukur menggunakan pisau cukur tersebut.

Tipsnya, selalu mencukur dengan satu arah yang sama di area yang sama. Bukan dari ujung rahang kanan ke kiri dengan satu tarikan, melainkan misal daerah bawah dagu, lakukan secara berulang ke arah bawah. Lakukan hal tersebut di area lainnya.

5. Lembapkan brewok yang baru dicukur

Atasi rasa gatal dan kering dengan moisturizer

Setelah mencukur brewok, biasanya pada bagian yang baru dicukur akan terasa gatal dan cenderung kering. Ini wajar karena folikel rambut mengalami perubahan, dari sebelumnya penuh dengan rambut menjadi “botak”.

Untuk mengatasinya, dapat menggunakan pelembap. Gunakan krim moisturizer yang berkualitas sebagai solusi untuk melembapkan bagian kering tersebut.

6. Ganti gaya brewok

Ngga ada salahnya nyobain gaya brewok yang lain, sih

Banyak yang menyayangkan jika harus benar-benar mencukur brewoknya. Bagi lo yang termasuk dalam golongan ini, ada cara lain untuk menyiasatinya. Yap, mengganti gaya brewok.

Dengan mengganti gaya brewok, tanpa mencukurnya sampai habis, lo bisa memanfaatkan imajinasi dan kreativitas. Lagipula, lo bisa bereksperimen mencoba gaya brewok baru supaya ngga bosen gitu-gitu aja kan?

Kesimpulan

“Punya brewok udah pasti punya tanggung jawab juga buat ngerawatnya. Nah, ikutin langkah-langkah di atas sambil nyalain lagu favorit lo dan karaokean di kamar mandi. So, mencukur brewok sendiri di rumah bisa jadi kegiatan yang menyenangkan, Bro!”

Referensi:

https://www.mensjournal.com/style/6-tips-for-shaving-a-beard/prepare-for-next-year/
https://youtu.be/WBT5vuFkJJ0